memberikan informasi seputar komputer dan jaringan

Frame Relay

Jaringan Frame Relay dirancang untuk dapat menampilkan kualitas koneksi yang lebih efektif dibandingkan dengan X.25. Protokol Frame Relay mendefinisikan proses pengiriman data melalui sebuah jaringan data publik, dengan sifat koneksi yang connection oriented. Overhead (header) yang diberikan oleh encapsulasi Frame relay mempunyai kapasitas yang lebih kecil dibanding dengan header dari encapsulasi X.25.

Hal ini akan menyebabkan kualitas koneksi Frame relay dinilai lebih baik Frame Relay mempunyai kelemahan yaitu berkurangnya kemampuan flow control dan error correction antar jalur router – link frame relay,  akan tetapi kemampuan ini tersedia pada lapisan diatasnya. Frame relay mempunyai kelebihan, yaitu dapat menyediakan proses komunikasi yang ringan. 

Fungsi protokol yang diperlukan pada interface pemakai jaringan menjadi berkurang saat terjadi proses encapsulasi frame relay, akibatnya delay lebih rendah dan laju penyelesaian komunikasi yang lebih tinggi dapat terjadi.  Rekomendasi ITU-T I.233 menunjukkan bahwa Frame Relay dapat digunakan pada akses dengan kecepatan sampai 2Mbps. 

Sama halnya dengan X.25, Frame Relay memiliki kemampuan membentuk beberapa Virtual Circuit melalui sebuah jalur pengiriman dengan memasangkan identitas koneksi ke setiap pasang device DTE yang terhubung. Teknik pemberian identifikasi ini dikenal dengan istilah DLCI (Datalink Connection Identifier). 

Ketika device switch pada service provider menerima frame dari DTE melalui LMI (Local Management Inteface), maka switch akan menganalisis DLCI dan mengirim frame ke port yang sebelumnya telah ditetapkan. LMI adalah signaling yang terpasang antara CPE (DTE) dengan Switch Frame Relay, Identitas DLCI yang memetakan pengenal koneksi tiap interface akan disimpan  pada table yang dibentuk oleh switch frame relay pada service provider. 

Nomor ini selanjutnya akan dipetakan secara statis maupun dinamis dengan alamat network layer dengan menggunakan protokol IARP (Inverse Address Resolution Protocol). Berikut ini akan diuraikan contoh konfigurasi frame relay pada beberapa perangkat router. Device dedicated router yang diproduksi oleh vendor Cisco dapat mendukung tiga jenis LMI, yaitu: 
- Cisco 
- Ansi 
- Q933a 

Konfigurasi Frame Relay pada jaringan router Cisco dapat dilakukan dengan cara: 
1. Tentukan interface yang akan dihubungkan dengan frame relay 
2. Berikan konfigurasi alamat network layer (IP Address) 
3. Pilih jenis enkapsulasi yang akan digunakan: 
Router(config‐if) # encapsulation frame
relay [cisco | ietf] 
 *) Catatan:  
- Enkapsulasi Frame Relay Cisco merupakan nilai default. Dipilih, jika pasangan komunikasinya menggunakan Router Cisco 
- Enkapsulasi Frame Relay ietf dipilih jika pasangan  komunikasinya router non-Cisco. 

4. Tentukan jenis LMI yang digunakan: 
Router(config‐if) # frame‐relay lmi‐type
[cisco | ansi | a933a] 
5. Menetapkan nomor DLCI yang digunakan : 
Router(config‐if) # frame‐relay interface‐dlci [number‐dlci] Router(config‐if) # frame‐relay map
[ip address dlci number broadcast] 
6. Konfigurasi pemetaan alamat jika hendak menggunakan cara pemetaan statis, 

Konfigurasi Frame Relay yang telah dilakukan dapat diverifikasi dengan menggunakan perintah: 
- Show frame-relay pvc, menampilkan statistic trafic data pada virtual circuit. Responnya perhatikan statistik interface yang digunakan untuk frame relay (DLCI, DLCI Usage, PVC Status dan jenis interface yang digunakan). 
- Show interface serial, memastikan enkapsulasi Frame relay sudah terpasang atau belum. Responnya perhatikan baris yang menyatakan “Encapsulation FRAME-RELAY” 
- Show running-config, menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan untuk menerapkan konfigurasi frame relay. Responnya perhatikan bagian yang menyebutkan: 
- encapsulation frame-relay 
- frame relay lmi-type [ ] 
- frame-relay interface-dlci [ - Show 

frame-relay map, menampilkan pemetaan antara DLCI number dan alamat network layer. Responnya perhatikan angka yang menunjukkan alamat DLCI dan alamat network layer / ip address, dan metode penetapan nomor DLCI-nya (static/dynamic). 

Jaringan Frame Relay memiliki sifat NBMA (Non Broadcast Multi Access). Jaringan frame relay yang menerapkan pemasangan beberapa PVC terhadap sebuah interface di router akan menimbulkan masalah dengan aturan split horizon. Akan tetapi masalah tersebut dapat diatasi dengan cara: 

1. Me-non-aktifkan aturan split horizon. Hanya saja jika cara ini dilakukan, maka akan menimbulkan masalah baru yaitu terjadi routing loop jika terjadi perubahan topologi. 
2. Membentuk sub interface. Sebuah interface dibentuk seolah-olah terdiri dari beberapa interface secara logika (virtual), dalam beberapa implementasi dikenal dengan istilah aliasing. Cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk menangani masalah split horizon yang terjadi pada jaringan NBMA, khususnya frame relay. Langkah untuk membentuk sub interface pada sebuah interface: 

1. Tentukan interface yang akan dibentuk menjadi sub interface 
2. Hilangkan network layer address yang ada, apabila telah memiliki alamat, maka frame tidak akan diterima oleh subinterface 
3. Konfigurasikan enkapsulasi frame relay 
4. Pilih sub interface yang akan dikonfigurasi

Dalam implementasinya, jaringan Frame Relay dapat menggunakan topologi: 
- Star  
- Full Mesh 
- Partial Mesh 

DISTRIBUTOR GROSIR MAINAN ANAK MURAH
Frame Relay Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sumarna Almarogi

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.